Alat bunyi dari kayu yang dipakai oleh sebagian kelompok Islam, termasuk sebagian besar warga NU, untuk menandai masuknya waktu shalat. Sudah digunakan di hampir seluruh masjid sejak Islam datang ke Nusantara sehingga biasa dijadikan tanda bagi para kelana akan adanya sebuah desa.
Asal usulnya belum diketahui, ada yang memperkirakan dari China, atau India, tetapi ada yang merupakan hasil kreativitas asli Nusantara. Bentuknya berbeda-beda, ada yang bulat pendek seperti drum, biasanya dibuat dengan kayu utuh yang diameternya mencapai dua meter. Tetapi, karena kelangkaan kayu saat ini maka diameternya umumnya hanya satu atau satu setengah meter. Bedug model ini biasanya digantung di serambi masjid.

